Selasa, 01 November 2016

Penemuan Wilayah Kuno Dekat Stonehenge

Tentang adanya situs Stonehenge di Negara Inggris sangat misterius. Sampai saat ini masih belum ada yang begitu yakin mengenai bagaimana dan untuk apa monumen batu batu raksasa tersebut dibuat dan diolah.

Tetapi ada penemuan yang teranyar mengenai Stonehenge mungkin bisa membantu untuk mengungkap misteri tersebut.

Sebuah kawasan prasejarah ditemukan di sebuah lokasi bernama Larkhill di Wilshire Inggris sekitar 2,4 km dari situs Stonehenge.

Stonehenge. (Foto: kompas.com)
Komplek tertera diperkirakan dibangun 5.650 warsa nan terus ataupun 1.000 tarikh kian lepas dibandingkan Stonehenge.

Getah Perca arkeolog menaksir komplek terkandung mencorakkan bekas tahir dekat mana umat periode Neolitik melangsungkan seremoni pula dengan acara.
Benda-benda nan ditemukan jurang parak kerangka sampi, bidang gerabah, serta sisa-sisa rangka makhluk.

Temuan ini menjelaskan kian tua bahwa jauh sebelum Stonehenge dibuat, zona tertera patut acap digunakan demi acara ritus purba.

Adanya reka cipta ini tetap hendak menunjang menetas problem lokasi Stonehenge nan semasih ini diduga mencorakkan gedung peristirahatan terakhir alias kuil. Lebih-bertambah pengkaji juga berprinsip selaku observatorium danawa atas jaman arkais nan digunakan mendapatkan memantau kartika.

Arkeolog mendeteksi kedudukan termaktub sebagai kagak sahaja, tempo Kementrian Benteng Inggris sentral menyiapkan hendak pembentukan gerha baju hijau pada uruh itu.

"Situs nan kontemporer ditemukan menjadi luput unik reka cipta nan membelokkan memberentang," celoteh Martin Brown, Pelopor Arkeolog dari industri temu muka WYG sepantun dikutip dari Daily Mail.
 
"Penemuan ini percakapan kaidah bekerja kita melanggar kesungguhan kesibukan neolitik dekat seputar Stonehenge," tambahnya.

Kementrian Defensi tatkala ini membayari bulatan nan akan seutuhnya digali menurut mengerti makin berumur nan berjalan pada lembah lokasi.
Sejauh ini getah perca arkeolog suah melombong seputar 17 bonus wilayah tercatat serta melaksanakan investigasi lebih berumur terhadap temuan itu.
(Sumber: kompas.com) 

0 komentar:

Poskan Komentar